Fans Inter Milan Dilarang Hadiri Tiga Pertandingan Tandang

Bagikan

Fans Inter Milan dilarang menghadiri tiga pertandingan tandang setelah insiden suar dilempar ke arah kiper Cremonese, Emil Audero, dalam laga pada Senin (2/2) lalu. Keputusan ini bertujuan menjaga ketertiban dan keamanan publik di pertandingan-pertandingan mendatang.

Fans-Inter-Milan-Dilarang-Hadiri-Tiga-Pertandingan-Tandang

Kementerian Dalam Negeri Italia mengonfirmasi larangan ini. Selain suporter Inter, warga wilayah Lombardia juga dilarang membeli tiket untuk tiga laga tandang yang terdampak. Kebijakan ini akan berlaku hingga 23 Maret 2026, sebagai respons atas gangguan serius yang terjadi.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah Italia dalam menindak perilaku suporter yang membahayakan pemain dan jalannya pertandingan. Tujuannya adalah mencegah insiden serupa di masa depan sekaligus memastikan keamanan semua pihak selama pertandingan.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Laga yang Terdampak Larangan

Larangan suporter ini berlaku untuk tiga laga tandang Inter: lawatan ke Sassuolo pada 8 Februari, Lecce pada 21 Februari, dan Fiorentina pada 22 Maret. Suporter tidak diperkenankan hadir di stadion lawan untuk pertandingan-pertandingan tersebut.

Meski demikian, pertandingan play-off Liga Champions melawan Bodo/Glimt pada 18 Februari tidak terkena larangan. Begitu pula derby Milan pada 8 Maret, di mana Inter tetap diizinkan menonton meski bertindak sebagai tim tamu karena tidak memerlukan perjalanan jauh.

Keputusan ini menegaskan bahwa larangan berlaku khusus untuk situasi perjalanan tandang yang berpotensi menimbulkan kerusuhan atau insiden berbahaya, bukan untuk semua pertandingan tim.

Baca Juga: Kebangkitan Ekonomi Inter Milan: Dari Krisis ke Laba Rp630 Miliar!

Insiden Searah Sementara di Laga Melawan Cremonese

Insiden-Searah-Sementara-di-Laga-Melawan-Cremonese

Insiden bermula saat Inter unggul 2-0 atas Cremonese. Sebuah suar mendarat dekat Emil Audero pada menit ke-49, meledak, dan membuat kiper internasional Indonesia itu terjatuh. Pertandingan sempat dihentikan sementara tim medis memeriksa kondisi Audero.

Beruntung, Audero tidak mengalami cedera serius dan mampu melanjutkan pertandingan. Namun, insiden ini menjadi titik perhatian utama bagi pihak keamanan, menunjukkan risiko nyata yang ditimbulkan oleh perilaku suporter yang tidak bertanggung jawab.

Kejadian ini memicu pemerintah Italia dan otoritas sepak bola untuk mengambil tindakan tegas. Ini juga sekaligus menjadi peringatan bagi suporter lain agar mematuhi aturan keselamatan.

Posisi Inter Milan di Klasemen Tetap Unggul

Meski menghadapi larangan untuk suporter, performa Inter Milan di Liga Italia tetap solid. Tim ini kini unggul delapan poin atas rival sekotanya, AC Milan, yang berada di posisi kedua. Satu pertandingan AC Milan yang belum dimainkan memberi potensi tambahan tekanan bagi para rival.

Keunggulan klasemen ini menunjukkan bahwa Inter mampu mempertahankan fokus di lapangan meski mendapat tekanan dari luar. Manajemen klub diharapkan memanfaatkan periode ini untuk menenangkan situasi dan memastikan dukungan suporter tetap positif di pertandingan-pertandingan yang aman.

Kebijakan larangan ini diharapkan dapat menyeimbangkan keamanan dan antusiasme suporter, sambil tetap menjaga performa Inter Milan dalam mengejar gelar Liga Italia musim ini. Nantikan terus kabar terbaru seputar inter milan menarik lainnya hanya di intermilanonews.com.