Chivu: Inter Milan Sudah Berikan Segalanya saat Melawan Bodo/Glimt

Bagikan

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menegaskan timnya sudah berjuang maksimal meski tersingkir dari Liga Champions 2025/26. Kekalahan agregat melawan Bodo/Glimt di babak playoff 16 besar membuat perjalanan Nerazzurri di kompetisi Eropa berakhir lebih cepat.

Chivu-Inter-Milan-Sudah-Berikan-Segalanya-saat-Melawan-BodoGlimt

“Kami sudah mencoba segalanya. Mereka sangat terorganisir, sepuluh pemain bertahan di belakang bola, dan semakin lama kami tidak mencetak gol, mereka semakin percaya diri. Saya tidak bisa menyalahkan para pemain, mereka sudah memberikan segalanya,” ujar Chivu.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Chivu menekankan meskipun hasilnya mengecewakan, ia tetap menghargai kerja keras seluruh skuad. Tim sudah menunjukkan determinasi tinggi dan tidak kurang upaya untuk menembus pertahanan lawan yang rapat.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Pertandingan Leg Kedua yang Menegangkan

Pada leg kedua di Stadion San Siro, Inter kalah 1-2 dari Bodo/Glimt, sehingga agregat menjadi 2-5 setelah kalah pada leg pertama. Dua gol tim tamu dicetak oleh Jens Hauge dan Hakon Evjen, sementara Alessandro Bastoni hanya mampu membalas pada 15 menit terakhir.

Gol Bastoni memberikan harapan sesaat bagi pendukung Inter, tetapi usaha tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan. Tim Italia itu kesulitan menembus pertahanan rapat lawan sepanjang pertandingan.

Kekalahan ini sekaligus menutup perjalanan Inter di Liga Champions musim ini, meski klub sebelumnya menargetkan langkah lebih jauh di kompetisi antarklub Eropa.

Baca Juga: Fans Inter Milan Dilarang Hadiri Tiga Pertandingan Tandang

Apresiasi dan Evaluasi Tim

Apresiasi-dan-Evaluasi-Tim

Chivu memuji Bodo/Glimt yang bermain disiplin, terorganisir, dan memanfaatkan peluang dengan efektif. Menurutnya, tim Norwegia layak melaju ke babak selanjutnya karena mampu tampil konsisten dalam dua leg.

Gelandang Inter, Nicolo Barella, juga mengakui keunggulan lawan. Ia menilai kesalahan individu menyebabkan tim kebobolan, sementara membongkar pertahanan lawan menjadi tantangan tersulit.

Meski kecewa, Barella menekankan pentingnya mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. Tim tetap ingin bersaing di semua lini dan setiap kompetisi, termasuk di Liga Italia.

Fokus ke Liga Italia

Kekalahan di Eropa menjadi pukulan, namun Inter tetap dominan di Liga Italia. Saat ini Nerazzurri mengoleksi 64 poin, unggul 10 poin dari rival terdekat mereka, AC Milan, dan berada di posisi puncak klasemen sementara.

Manajemen dan pelatih diharapkan memanfaatkan pengalaman ini untuk memperkuat mental dan strategi tim. Fokus berikutnya adalah mempertahankan keunggulan di liga domestik dan menargetkan trofi.

Para pemain diharapkan segera bangkit, belajar dari kegagalan di Liga Champions, dan menjaga konsistensi di Serie A agar musim tetap sukses. Nantikan terus kabar terbaru seputar inter milan menarik lainnya hanya di intermilanonews.com.