Capello Nilai Klub Serie A Kesulitan Bersaing di Liga Champions

Bagikan

Kegagalan Inter Milan di Liga Champions menjadi sorotan besar. Klub yang sedang memimpin klasemen Serie A itu harus mengakhiri langkah lebih cepat setelah kalah agregat dari Bodo/Glimt. Kekalahan tersebut menimbulkan pertanyaan serius tentang daya saing tim Italia di Eropa.

Capello Nilai Klub Serie A Kesulitan Bersaing di Liga Champions

 

Inter sebenarnya datang dengan status unggulan. Namun saat menghadapi lawan dengan intensitas tinggi, mereka terlihat kesulitan mengimbangi tempo permainan. Tekanan cepat dan transisi agresif membuat lini pertahanan maupun lini tengah Inter kerap kehilangan kontrol.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Hasil ini bukan sekadar kegagalan satu tim. Tersingkirnya Inter memperkuat anggapan bahwa klub-klub Italia masih memiliki pekerjaan rumah besar jika ingin kembali dominan di kompetisi elite Eropa.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Analisis Capello Soal Tempo Permainan

Mantan pelatih legendaris Italia, Fabio Capello, menilai akar masalahnya ada pada tempo permainan domestik. Menurutnya, klub-klub Italia tidak terbiasa bermain dengan intensitas tinggi setiap pekan sehingga kesulitan saat menghadapi lawan yang agresif.

Capello yang pernah menangani AC Milan dan meraih gelar Liga Champions UEFA musim 1993-94, menegaskan bahwa perbedaan ritme sangat terasa. Saat menghadapi tim dengan gaya press and run, wakil Serie A sering membuat kesalahan karena tidak siap dengan tekanan konstan.

Ia juga menyoroti budaya permainan di Italia yang cenderung mudah menghentikan laga akibat pelanggaran ringan. Hal ini membuat ritme pertandingan lebih lambat. Ketika harus bermain cepat di Eropa, adaptasi menjadi sulit dan efektivitas serangan pun menurun drastis.

Baca Juga: Chivu: Inter Milan Sudah Berikan Segalanya saat Melawan Bodo/Glimt

Tim Italia Lainnya Ikut Tertekan

Capello Nilai Klub Serie A Kesulitan Bersaing di Liga Champions

Masalah ini tidak hanya dialami Inter. Napoli juga harus tersingkir lebih awal dari fase grup. Konsistensi di liga domestik ternyata belum cukup untuk menjamin keberhasilan di panggung internasional. Sementara itu, Juventus menghadapi tekanan besar setelah kalah telak dari Galatasaray.

Di sisi lain, Atalanta juga dituntut membalikkan keadaan saat berjumpa Borussia Dortmund. Kondisi ini menunjukkan bahwa persaingan di Eropa jauh lebih kompleks. Bukan hanya soal kualitas individu, tetapi juga kesiapan fisik, mental, dan taktik dalam menghadapi tempo tinggi sepanjang pertandingan.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Di kompetisi kasta kedua, AS Roma dan Bologna FC masih bertahan di Liga Europa UEFA. Sementara Fiorentina mencoba menjaga harapan di Liga Konferensi UEFA. Namun jika ingin kembali bersaing di Liga Champions, klub-klub Serie A perlu melakukan evaluasi menyeluruh. Peningkatan tempo permainan, pembenahan strategi pressing, serta pembiasaan duel fisik menjadi aspek penting yang harus dibenahi.

Pendapat Capello menjadi peringatan keras bagi sepak bola Italia. Tanpa perubahan gaya bermain dan peningkatan intensitas di liga domestik, sulit bagi klub-klub Serie A untuk benar-benar berbahaya dan kembali menjadi kekuatan utama di Eropa. Nantikan terus kabar terbaru seputar Inter Milan menarik lainnya hanya di intermilanonews.com.